Sabtu, 29 Mei 2010

Wawacan SURYANINGRAT

Adalah sebuah kerajaan bernama Banurungsit. Kerajaan ini diperintah oleh seorang raja bernama Suryanagara. Ia mempunyai seorang putra bernama Suryaningrat. Putra itu beristri Ningrumkusumah, putra patih. Setelah raja Suryanagara meninggal, Raden Suryaningrat diangkat menjadi raja. Ternyata pengangkatan tersebut tidak dikehendaki oleh Raja Duryan. Kerajaan Banurungsit diserang oleh Raja Duryan yang mendapat dukungan rakyat Banurungsit. Dalam peperangan yang terjadi Suryaningrat kalah, lalu ditangkap dan dipenjara, sedangkan istrinya, Ningrumkusumah dipaksa untuk dijadikan istri Raja Duryan.

Dengan menggunakan ilmu sirep, Ningrumkusumah berhasil membebaskan suaminya. Kemudian mereka melarikan diri ke hutan. Mereka terus berkelana sampai akhirnya tiba di wilayah negara Durselam. Ketika sedang mandi di sebuah taman yang indah, Ningrumkusumah dilihat oleh patih Indra Bumi yang ditugaskan oleh raja Durselam untuk mencari wanita cantik untuk dijadikan istrinya. Dalam perjalanan menuju ibu kota negara Durselam, Suryaningrat ditenggelamkan ke dalam sungai oleh Demang Langlaung, walaupun suaminya, Suryaningrat telah menghilang ditelan arus air sungai, Ningrumkusumah mencari suaminya dengan menyusuri sungai. Dalam perjalanan mencari suaminya, Ningrumkusumah mendapat keris pusaka bernama Bantal Naga dari seorang pertapa yang berasal dari Tana Arab bernama Seh Rukman. Menurut petunjuk pertapa tersebut, untuk dapat bertemukembali dengan suaminya, Ningrumkusumah harus menyamar menjadi seorang laki-laki dengan nama Raden Rukmantara.

Raden Rukmantara terlibat perang dengan pasukan Duryan yang menguasai Banurungsit. Raja Duryan sedang mencari Raden suryaningrat dan ningrumkusumah. Dalam perang tersebut raden Rukmantara menang.
Raden Rukmantara melanjutkan perjalanan. Dalam perjalanan itu, ia sampai ke negara Erum yang diperintah oleh Sri Amangkurat. Raja ini mempunyai seorang putri yang sangat cantik bernama Ratna Wulan. Karena tidak mengetahui keadaan sebenarnya bahwa Raden Rukmantara adalah seorang wanita, Ratna Wulan jatuh cinta kepada Raden Rukmantara. Karena dalam penyamaran raden rukmantara pura-pura mau. Mereka menikah, Raden Rukmantara diangkat menjadi raja negara Erum.

Prabu Kandi, raja negara esam, yang ditolak lamarannya oleh putri Ratna Wulan, menantang perang kepada negara Erum, Raden Rukmantara berhasil mengalahkan Prabu Kandi berkat tuah senjata pemberian Seh Rukman.

Selama perkawinannya dengan putri Ratna Wulan, raden Rukmantara selalu mencari alasan untuk tidak tidur bersama, adapun raja Esam yang telah dikalahkan dipaka untuk menganut agama Islam.
Raden Suryaningrat yang hanyut di sungai telah sampai ke sebuah pulau peri yang dikuasai oleh Naga Giri. Berkat pertolongan Naga giri itu, Raden Suryaningrat dapat meninggalkan Nusa Ipri dan sampailah ke negara Erum.

Raden Rukmantara alias putri Ningrumkusumah yang sedang berusaha mencari suaminya membuat saymbara di negara Erum dengan memasang gambar dirinya yang sedang menangisi Raden Suryaningrat; Isi sayembara adalah “Barang siapa yang melihat gambar suaminya harus dibawa ke istana”. Melalui gambar tersebut Raden Suryaningrat dapat bertemu kembali dengan Ningrumkusumah, istrinya. Selanjutnya Ratna Wulan dijadikan istri kedua oleh Suryaningrat.

Negara Nusantara diperintah oleh ratu cantik bernama Jembawati, putri jin dari negara Madintara. Melalui perang yang dapat dimenangkan oleh Raden Suryaningrat, Jembawati dijadikan istri ketiga. Tetapi perkawinan ini tidak direstui oleh Ningrumkusumah. Ningrumkusumah dan Jembawati berperang lama sekali karena sama-sama kuat. Untuk mengalahkan lawannya, Jembawati minta pertolongan pada Raja Lengkawati. Lengkawati dapat dikalahkan oleh Ningrumkusumah, karena itu Jembawati lari ke negara Malaka yang diperintah oleh Raja Makbul. Raja Makbul dapat dikalahkan oleh Ningrumkusumah. Jembawati lari ke negara Gua Lenga Sari yang diperintah oleh kakek Jembawati, yaitu Raja Madintara. Jembawati diberi saran oleh kakeknya supaya kembali ke negara Nusantara dan bersembunyi di taman bunga Palalangon. Akhirnya Jembawati dikalahkan oleh Ningrumkusumah dan ia masuk Islam. Dengan bantuan Patih Durselam, Raden Suryaningrat dapat menangkap Raja Duryan yang selama ini menguasai kerajaan Banurungsit. Peperangan terakhir terjadi antara Raden Suryaningrat dengan Raja jenggala. Peperangan ini dihadapi oleh Ningrumkusumah dan Jembawati. Raja Jenggala dari kerajaan Durselam itu dapat dikalahkan.

Setelah semua musuh dapat dikalahkan dan mereka diampuni bahkan diangkat menjadi senapati di negara asal masing-masing. Raden suryaningrat dengan istrinya hidup tentram memerintah negara Banurungsit.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar