Minggu, 30 Mei 2010

Wawacan BATARA RAMA

Dasarata, raja negeri Yogyapala mempunyai 4 orang putera, yaitu Batara Rama, Perbu Barata, Lasmana dan Turgana. Batara Rama beristrikan Dewi Sinta, puteri Perbu Janaka dari Mantilireja.

Raja Dasarta memerintahkan puteranya Batara Rama untuk menjaga para pendeta yang sedang bertapa di gunung karena mereka sering diganggu raksasa.

Setelah raja Dasarata meninggal yang berhak menjadi raja adalah Batara Rama. Tetapi Batara Rama tidak menduduki tahta kerajaan. Yang menjadi raja adalah Perbu Barata. Batara Rama pergi ke hutan bersama-sama Dewi Sinta disertai Lasmana.

Rahwana atau Dasamuka, raja Alengkadirja, mempunyai saudara tiga orang, yaitu Kombakarna dan Sirkapanaka yang berwujud rksasa serta Wibisana yang berwujud satria. Tabiat saudaranya yang berperangai raksasa buruk dan jahat, sedangkan Wibisana sifatnya sangat baik.

Rahwana menginginkan Dewi Sinta sebagai istrinya. Dia menyamar sebagai kijang yang memperlihatkan wujudnya di hadapan Dewi Sinta. Dewi Sinta minta kepada Batara rama untuk menangkapnya.

Ketika Batara rama sedang memburu kijang tersebut. Dewi Sinta ditinggalkannya beserta Lasmana. Rahwana berwujud sebagai raksasa kembali, yang kemudian mencuri dewi Sinta. Ketika Rahwana menerbangkan Dewi Sinta di perjalanan berkelahi dengan garuda yang bernama Jatayu. Rahwana mengalahkan Jatayu.

Jatayu sebagai sahabat Batara rama memberitahukan kepadanya bahwa Dewi Sinta telah dibawa Rahwana ke negeri Alengkadireja. Batara Rama pergi menuju Alengkadireja akan mengambil Dewi Sinta kembali.

Dalam penyerbuan ke Alengkadireja, Batara rama dibantu oleh Sugriwa, raja Kiskenda. Sugriwa pernah mendapat pertolongan dari Batara Rama ketika kerajaan dan istrinya direbut oleh saudaranya, Sobali. Ketika itu Sugriwa tersingkir selama belasan tahun di hutan. Batara Rama membunuh Subali dan menyerahkan kerajaan yang diambil Subali kepada Sugriwa.

Dalam perjalanan ke Alengkadireja, Batara Rama mendapat kesulitan karena negara itu berada di tengah-tengah lautan. Tentara kera dari kerajaan Kiskenda membuatkan jalan ke Alengkadireja dengan membuat tambak sehingga kerajaan raksasa itu berhasil diserbu.

Sebelum perang terjadi, terdapat perselisihan paham antara Rahwana dan Wibisana, karena Rahwana jahat dan kejam, sedangkan Wibisana baik, adil dan bijaksana. Karena pertentangan tersebut Wibisana memihak kepada Batara Rama.

Alengkadireja dapat dikalahkan. Rahwana tewas. Balatentaranya takluk. Setelah perang selesai, Wibisana naik tahta kerajaan di Alengkadireja.

Dewi Sinta bersatu kembali dengan batara Rama, ketika kembali mereka diantar oleh Sugriwa dan Wibisana beserta pasukannya. Mereka bertemu dengan Perbu Barata.

Setelah mendapat nasihat dan petunjuk dari Batara Rama, Sugriwa dan Wibisana kembali ke negaranya masing-masing.

Batara Rama menjadi kepala raja-raja pada masa itu. Dia dihormati dan disegani karena adil dan bijaksna, serta mampu memakmurkan negara.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar