Minggu, 30 Mei 2010

Wawacan AHMAD MUHAMAD

Raja Jenur yang beristrikan Dewi Kosasih mempunyai dua orang anak bernama Muhamad dan Ahmad. Sejak kecil kedua orang anak itu sudah ditinggal mati oleh ayahnya. Raja Jemur meninggalkan seekor burung perkutut yang bertuah. Menurut ramalan, barangsiapa dapat memakan kepala burung tersebut, kelak akan menjadi seorang senapati, dan yang dapat memakan badan burung tersebut kelak akan menjadi seorang raja. Ramalan tentang tuah burung perkutut itu terimpikan oleh seorang nakhoda dari negeri Habsi.
Nakhoda yang pernah mimpi tentang tuah burung perkutut kepunyaan Muhamad dan Ahmad, berusaha keras agar supaya memperolehnya. Ketika Muhamad dan Ahmad pergi mesantren, burung perkutut ditinggal di rumh bersama Dewi Kosasih. Nakhoda berhasil membujuk Dewi Kosasih sehingga kemudian burung perkutut itu oleh nakhoda disembelih dan dibakar. Akan tetapi ketika burung itu sedang dibakar dan akan dimakan, secara mendadak munculah Muhamad dan Ahmad. Direbutnya daging burung itu dari tangan nakhoda. Kepala burung dapat dimakan oleh Ahmad, sedangkan badan burung dapat dimakan oleh Muhamad. Setelah kedua orang anak itu memakan burung perkutut, maka serta merta mereka menjadi orang yang gagah berani. Kemudian mereka pergi berpetualang ke hutan.
Tersebutlah di kerajaan Mesir sedang diadakan sayembara pemilihan raja. Berdasarkan musyawarah, gajah putih yang berhak menentukan siapa yang akan menjadi raja Mesir. Dilepaskanlah gajah putih ke hutan oleh Baginda Benara.
Di tengah hutan Muhamad merasa dahaga. Disuruhnya Ahmad mencari air. Sementara itu Muhamad menunggu dan tertidur di bawah pohon. Ketika Muhamad sedang tidur, datanglah gajah putih. Oleh gajah putih, Muhamad diambil dan dibawa ke Mesir. Muhamad diangkat menjadi raja Mesir.


Setibanya Ahmad di tempat Muhamad yang menunggu di bawah pohon terkejut melihat Muhamad tidak ada. Ahmad pergi berusaha mencari kakaknya yang dianggapnya telah hilang. Tibalah Ahmad di sebua negeri. Di sini Ahmad berdiam pada seorang janda dan di sini pula Ahmad berjumpa dengan Siti Bagdad yaitu seorang putrid yang dicalonkan menjadi prameswari Muhamad dari Mesir.

Karena perkenalan Ahmad dengan Siti Bagdad menjadi akrab, Siti Bagdad berhasil mencuri azimat kepunyaan Ahmad. Atas perintah Siti Bagdad, Ahmad dibuang oleh para algojo kerajaan ke sebuah sungai.

Di perjalanan dalam pembuangan, Ahmad bertemu dengan raja jin, yaitu yang pernah mencuri sangkar burung perkutut tempo dulu. Oleh raja jin, Ahmad diberi tiga buah azimat yang berkhasiat sakti mandraguna. Setelah memperoleh azimat tersebut, Ahmad segera pergi kembali ke negeri Mesir dengan tujuan akan merebut kembali azimat yang pernah dicuri oleh Siti Bagdad. Dalam waktu yang relatif singkat, azimat itu dapat dimiliki kembali.

Siti Bagdad diculik oleh utusan raja Habsyi. Penculikan dapat digagalkan oleh Ahmad. Demikian pula pada penculikkan yang kedua kalinya oleh raksasa, dapat ditolong oleh Ahmad. Rupanya jodoh sudah menjdai suratan tangan Ahmad. Walaupun Ahmad sudah beristri Dewi Soja, Putri Nabi Sulaiman, Ahmad kawin lagi dengan Siti Bagdad.

Raja Habsyi yang dikalahkan oleh Ahmad tatkala menculik Siti Bagdad mempunyai putri yang cantik bernama Ratna Komala. Putri ini ternyata kemudian menjadi istri Muhamad raja Mesir. Setelah peristiwa inilah Ahmad dapat bertemu kembali dengan Muhamad, kakaknya yang telah menjadi raja Mesir. Kemudian Ahmad oleh Muhamad dijadikan senapati di kerajaan Mesir.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar