Sabtu, 29 Mei 2010

Wawacan SAMAUN

Ki Halid di negeri Mekah beristrikan Nyi Siti Huna. Mereka masih menyembah berhala. Karena putranya yang sembilan orang ittu perempuan semua, mereka selalu berdoa agar dikarunia anak laki-laki. Permohonan kedua orang suami istri itu dikabulkan, maka lahirlah seorang anak laki-laki yang diberi nama Samaun. Begitu anak itu dilahirkan, kemudian berlari ke luar rumah dan bersujud kepada Allah sambil mengucapkan kalimat syahadat. Nyi Siti Huna sangat terkejut, apalagi ketika disuruh menyusu tidak mau bahkan berkata tidak mau menyusu karena ibunya seorang kafir. Demi kebahagiaan anaknya, kemudian Siti Huna masuk Islam dan mengucapkan syahadat.

Di tempat tidur Samaun selalu bercakap-cakap dengan ibunya. Ki Halid melihat kenyataan bahwa anaknya baru tiga hari sdudah dapat berbicara dan meminta adar ayahnya masuk Islam, maka Ki Halid pun masuk Islam san mengucapkan syahadat.

Nabi Muhammad mendengar ada anak yang baru dilahirkan sudah dapat berbicara dan kedua orang tuanya sudah mansuk Islam, berkenan pergi malayat.samaun dipanguk dan diciumi oleh Nabi Muhammad.

Abu Jahal mendengar Nabi Muhamad telah melayat keluarga Ki Halid, berkenan pula pergi menengok Samaun. Akan tetapi baru saja Abu Jahal masuk di pekarangan, Samaun berteriak-teriak mengancam sehingga Abu Jahal lari pontang-panting. Atas kelakuan Samaun semacam itu, menimbulkan kemarahan Abu Jahal. Patih Surakah diminta tolong oleh Abu Jahal agar Nabi Muhammad dan Samaun diusir dari Mekah. Ketika diadakan pembicaraan bagaimana caranya megusir Samaun, ternyata tidak ada yang sanggup. Oleh karena itu, Abu Jahal meminta bantuan kepada Kin Wan taja di negeri Iskandar.

Sebelum Kin Wan datang melapor Abu Jahal akan menangkap Samaun dilewatinya rumah Samaun itu. Kin Wan terpancing pertengkaran mulut dengan Samaun sehingga kemudian berkelahi dan Kin Wan terbunuh. Rakyat Mekah geger menyaksikan Kin Wan terbunuh itu. Abu Jahal bertambah marah. Dikumpulkannya tentara dan dikepungnya rumah Samaun. Akan tetpi, setiap orang yang akan menangkap Samaun selalu mati terbunuh.

Samaun pada suatu ketika bertemu dengan Abu Jahal di pasar. Terjadilah percakapan yang tidak mengenakan Abu Jahal, apalagi setelah Samaun meminta Abu Jahal agar puterinya diberikan untuk dijadikan istri. Samaun masuk ke rumah Abu Jahal. Di rumah Abu Jahal, Samaun menjumpai dua orang wanita dan satu diantaranya adalah puteri Abu Jahal. Kedua orang wanita itu kemudian masuk Islam dan dibawa ke rumah Samaun. Abu Jahal bukan main berangnya, tetapi ia bingung pula memikirkan bagaimana cara mengusir Samaun dan Nabi Muhammad.

Tersebutlah di negeri Suara yang dirajai oleh Kobti mempunyai seprang puteri bernama Siti Mariyah. Walaupun sudah dilamar oleh banyak raja, tetapi selalu ditolak oleh ayahnya. Tanpa sepengetahuan ayahnya, Siti Mariyah menyuruh orang untuk datang kepada nabi Muhammad. Siti Maryah meminta Nabi Muhammad agar datang melamarnya. Mula-mula Nabi Muhammad bingung, tetapi setelah mendapat restu Siti Aisah istrinya, dan pula setelah mendapat wahyu, maka berangkatlah Nabi Muhammad beserta pengikut-pengikutnya ke negeri Suara. Raja Suara tidak senang atas kedatangan Nabi Muhammad itu dan terjadilah peperangan.

Peperangan antara balatentara Kobti dari negeri Suara dan tentara Nabi Muhammad dimenangkan oleh tentara Nabi Muhammad walaupun jumlah tentara Kobti jauh lebih banyak. Samaun dalam peperangan ini sangatlah besar jasanya, bahkan Siti Mariyah puteri raja Kobti pun dapat dibawa lari oleh Samaun, yang kemusian diserahkan kepada Nabi Muhammad. Raja Kobti berikut para pengawalnya mati terbunuh oleh Ali, sahabat nabi.
Para prajurit Kobti yang masih hidup bersma-sama Siti Mariyah kemudian masuk Islam. Seluruh harta kekayaan negeri Kobti dibawa ke negeri Mekah dan diperlakukan sebagai barang gonimah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar